WhatsApp-Button
About

Info

Proses Persalinan

Proses Persalinan

Klinik Kuret Steril - KLINIK ABORSI - KLINIK RADEN SALEH - 081220201799 - Proses Persalinan

Info Klinik Raden Saleh – Hallo bunda semua, kali ini kita akan bahas sedikit tentang Proses Persalianan yang perlu para bunda ketahui. Ada beberapa tahap proses persalinan, dengan mengatahui tahapannya agar kita bisa mempersiapkan segalanya, alhasil jika sudah pada waktunya tidak menimbulkan kepanikan atau cemas menghadapi proses persalinan.

Melahirkan normal adalah istilah bagi bunda yang melahirkan bayi melalui vagina. Ini merupakan proses yang akan dijalani ibu hamil ketika janin yang dikandungnya siap untuk dilahirkan. 

Tahap Persalinan

Tahap Pembukaan

Pada tahap pembukaan, dimulai dari waktu persalinan yang sudah datang sampai serviks melebar hingga 3 cm. Pembukaan pada kehamilan pertama biasanya berlangsung selama dua belas hingga empat belas jam. Tetapi lain hal nya dengan kehamilan ke dua dan seterusnya lebih singkat yaitu enam hingga sepuluh jam saja.

Selama fase ini, Mama dimintai untuk santai dan tidak perlu terburu-buru ke rumah sakit atau pusat kelahiran lainnya. Coba dengan menikmati lingkungan di sekitar. Jika persalinan dini terjadi pada siang hari, Mama bisa melakukan beberapa rutinitas sederhana di rumah sebagai pendorong keluarnya bayi.

Meskipun menyibukkan diri, tetap usahakan hemat energi Mama untuk proses persalinan nanti. Minumlah banyak air mineral dan konsumsi makanan ringan yang menyehatkan, serta pantau terus waktu kontraksi yang mungkin terjadi.

Namun jika persalinan dini dimulai pada malam hari, Bunda bisa mencoba untuk tertidur terlebih dahulu. Jika tidak bisa, cobalah melakukan kegiatan ringan seperti mengemas tas untuk keperluan melahirkan nanti, membuat cemilan untuk Mama dan Papa, atau kegiatan ringan lainnya.

Untuk Ayah atau orang terdekat lainnya di rumah, cobalah menenangkan pikiran Bunda nya agar tidak merasa stres karena waktu persalinan yang semakin dekat. Berikan dukungan dan ajak untuk Mama melakukan kegiatan ringan yang membuatnya nyaman pada fase ini.

Tahap bayi akan keluar

Pada fase aktif ini menunjukkan bayi semakin dekat pada jalan keluar, pembukaan serviks yang semula hanya melebar 3 cm, berlanjut melebar hingga 7 cm. Ini saatnya Mama untuk pergi ke rumah sakit atau pusat kelahiran terdekat untuk mempersiapkan proses persalinan.

Tahap ini, kontraksi sakit perut atau mulas yang di rasakan ibu makin sering. Rasa mulas itu bisa di rasakan hingga dua hingga tiga menit sekali. Ini menunjukkan bahwa waktu bersalin semakin dekat. Ketika sudah fase ini, penting sekali dukungan dari orang terdekat. Penting juga untuk Bunda memulai teknik pernapasan dan mencoba latihan relaksasi di antara kontraksi yang terjadi.

Baca juga : Manfaat Air Kelapa Bagi Ibu Hamil

Di fase ini, kehadiran Ayah dan orang terdekat lainnya sangatlah berharga, sebab fase ini Bunda membutuhkan dukungan lebih banyak dari keluarga tercinta. Cobalah mengajak Bunda berganti posisi atau mungkin sedikit berjalan dan mandi air hangat untuk mempercepat pembukaan.

Tahap Mengeluarkan plasenta

Pada fase ini dimana pengiriman plasenta dan bayi, inilah waktu dimana Bunda siap melahirkan si Kecil. Sebab leher rahim yang tadinya sudah mencapai bukaan 7 cm, akan semakin melebar hingga 10 cm. Fase ini menjadi waktu yang paling singkat yaitu hanya 30 menit sampai 2 jam. Ketika kontraksi semakin terasa dan Mama mulai merasa ada dorongan dari si Kecil di dalam perut Bunda, segeralah memberi tahu dokter atau bidan.

Baca juga : info klinik raden saleh

Bunda akan merasakan kontraksi hebat dan mulai tidak bisa mengendalikan diri. Jika sudah seperti ini, dukungan Papa untuk terus membantu Bunda melatih pernapasan dan mendorong untuk bersantai ditengah kontraksi adalah kuncinya.

Tahapan ini Bunda akan terus mengedan karean tekanan kuat yang diberikan oleh bayi. Biasanya dokter atau bidan akan melakukan tindakan pengguntingan akibat tekanan bayi yang kuat. Lalu ketika sudah waktunya, kelahiran yang terjadi antara bayi dan plasenta bersamaan karena plasenta menempel pada perut bayi. Plasenta akan keluar disertai dengan darah kurang lebih antara 100-200cc. Setelah itu dokter atau bidan dengan sigap membersihkan darah yang menempel pada tubuh bayi, sebelum si Kecil diberikan kepada sang Bunda.

Persiapan Menjelang Melahirkan Normal

Untuk menyambut kelahiran bayi, beberapa langkah berikut ini dapat dilakukan agar proses kelahiran lancar:

  1. Mencari dokter kandungan dan dokter anak yang tepat. Tidak hanya mencari dokter kandungan, mencari dokter anak yang tepat untuk bayi yang akan dilahirkan dapat membantu memberikan rasa nyaman bagi ibu.
  2. Mempelajari proses melahirkan normal sejak awal kehamilan. Ibu dapat mempelajari proses melahirkan normal dengan mengikuti kelas persalinan yang diselenggarakan oleh rumah sakit atau bertanya kepada ibu lain yang sudah pernah melahirkan sebelumnya. Pelajari mengenai tahapan-tahapan saat melahirkan, tanda-tanda mulai persalinan, teknik benapas dan mengejan, serta manajemen nyeri saat proses persalinan.
  3. Berolahraga. Beberapa olahraga seperti pemanasan otot, jalan kaki, jogging, squat, atau sepeda statis secara rutin dapat dilakukan untuk memperkuat napas dan kelenturan otot panggul saat melahirkan. Ibu juga dapat mengikuti kelas senam hamil. Bantu dengan asupan makanan dan minuman bergizi agar tubuh menjadi lebih bugar. Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum melakukan olahraga atau diet apa pun agar dapat disesuaikan dengan kondisi kehamilan.
  4. Beli kebutuhan bayi. Kebutuhan bayi seperti baju dan popok perlu dipersiapkan, namun jangan terlalu berlebihan.
  5. Siapkan kebutuhan sejak awal. Mulai persiapkan barang-barang yang dibutuhkan saat proses persalinan 1 bulan sebelum tanggal taksiran persalinan, sehingga ketika tanda-tanda persalinan muncul, ibu tinggal membawa tas tersebut.

Masalah yang Mungkin Terjadi Sebelum, Saat, dan Setelah Melahirkan Normal

Umumnya persalinan dengan melahirkan normal terjadi tanpa menimbulkan masalah. Namun beberapa masalah tak terduga yang dapat terjadi, baik sebelum, saat, atau setelah proses melahirkan normal, seperti:

  1. Kelahiran prematur. Kelahiran prematur dapat membahayakan bayi karena fungsi dan pertumbuhan organ belum sempurna.
  2. Terlambat lahir atau kehamilan postmatur. Hal ini dapat membahayakan janin jika sudah mencapai minggu 42 kehamilan, khususnya ketika plasenta sudah tidak mampu memberikan nutrisi kepada janin.
  3. Ketuban pecah dini. Secara normal ketuban akan pecah sesaat sebelum proses persalinan atau saat persalinan. Hal ini dapat mengakibatkan infeksi pada janin.
  4. Persalinan tak maju. Sebagian kecil ibu, yang umumnya ibu yang pertama kali melahirkan, dapat mengalami persalinan yang terlalu lama atau partus tak maju. Baik ibu maupun janin berisiko terhadap infeksi atas kondisi ini.
  5. Perdarahan post partum. Perdarahan hebat yang terjadi bisa karena robeknya rahim atau kontraksi rahim yang lemah setelah melahirkan.
  6. Emboli air ketuban. Kondisi ketika air ketuban masuk ke pembuluh darah ibu dan menyumbat arteri paru-paru. Komplikasi ini merupakan masalah yang paling berbahaya, bukan hanya saat melahirkan normal, namun juga bisa terjadi saat operasi caesar. Komplikasi ini jarang terjadi bila proses persalinan berjalan lancar.

Beberapa kondisi di atas dapat diatasi dengan melakukan percepatan proses melahirkan (induksi persalinan), persalinan berbantu dengan vakum atau forcep, maupun operasi caesar.

Semoga informasi yang diberikan bisa bemanfaat.

 

Sumber : popmama.com, alodokter.com, dll

Searches related to proses persalinan

 

author
About Author
Kabar Bunda merupakan pusat informasi seputar kesehatan, berbagi tips serta informasi menarik yang berguna bagi para bunda, Selain itu sebagai media konsultasi dengan dokter yang sudah berpengalaman.